Pelaku Pasar Masih Wait and See Akibat Fluktuasi Pasar

Sebagian pelaku pasar berpikir pasar saat ini sedang tidak bersahabat akibat fluktuasi yang sangat tinggi. Pasar berfluktuasi tinggi akibat faktor ekonomi, baik eksternal maupun internal. Kenaikan dan penurunan harga saham di pasar membuat banyak pelaku pasar menderita kerugian. Tetapi sebenarnya fluktuasi pasar membuka peluang keuntungan bagi pelaku pasar bila mampu memanfaatkannya. Para penganut analisa teknikal sangat menyukai fluktuasi di pasar, karena lewat pergerakan harga yang aktif, analis teknikal bisa menghasilkan keuntungan.

Analisa teknikal sebenarnya adalah studi harga dan volume dengan menggunakan grafik sebagai alat utama. Harga adalah sebuah kesepakatan para pelaku pasar, di mana seorang pembeli melakukan aksi beli ketika percaya harga akan naik ke depannya. Sedangkan seorang penjual berpikir harga akan turun ke depannya.

Melihat keadaan ini, harga punya peran penting karena merupakan hasil kepercayaan pelaku pasar. Sedangkan volume sendiri merupakan jumlah transaksi yang terjadi di pasar. Semakin besar volume menunjukkan semakin banyak pelaku pasar berpartisipasi. Ada empat komponen utama harga yang dianalisa. Pertama, harga pembukaan atau open. Ini merupakan harga perdagangan pertama untuk suatu periode tertentu. Dalam kasus grafik harian, maka harga ini merupakan harga pertama saham di periode perdagangan tersebut. Harga ini menjadi penting karena merupakan harga konsensus pertama setelah semua pelaku pasar melewati satu malam bersama. Bila ada peristiwa-peristiwa atau berita fundamental di pasar lain yang terjadi selama pasar dalam negeri tutup, maka peristiwa itu akan segera direspons. Sering ditemukan harga mengalami gap up atau gap down ketika pertama kali di buka. Ini menunjukkan bahwa ada peristiwa atau berita yang belum disesuaikan pada penutupan harga sehari sebelumnya.

Kedua, harga tertinggi atau high. Pada titik ini terdapat lebih banyak penjual dari pada pembeli, sehingga harga tidak naik lebih tinggi. Pada level harga ini selalu ada penjual yang bersedia menjual karena harga yang tinggi. Harga tertinggi juga menunjukkan level harga paling mahal yang bersedia pembeli bayar pada hari tersebut. Level harga ini seolah menjadi resistance level, di mana terdapat supply barang ketika harga mencapai level ini. Ketiga, harga terendah atau low. Pada level harga ini terdapat lebih banyak pembeli dari pada penjual. Harga terendah juga menunjukkan level harga paling murah yang bersedia penjual terima.

Level harga ini menjadi level support, di mana terdapat banyak demand barang ketika harga mencapai level ini. Keempat yaitu harga penutupan atau close. Ini merupakan harga terakhir pada suatu periode perdagangan. Setelah seharian tansaksi, akhirnya pelaku pasar sepakat menutup perdagangan. Lewat level harga ini, para analis teknikal mengetahui bagaimana konsensus pasar. Bila pasar begerak optimistis atau bullish, maka harga cenderung ditutup jauh lebih tinggi dari harga pembukaan dan biasanya mendekati atau sama dengan harga tertinggi. Tetapi bila pasar pesimistis atau bearish, maka harga cenderung ditutup jauh lebih rendah dari harga pembukaan dan sering mendekati atau sama dengan harga terendah. Karena pentingnya komponen harga ini, beberapa analisa teknikal hanya menggunakan harga penutupan untuk menganalisa pasar. Volume juga menjadi komponen penting dalam analisa teknikal.

Volume merupakan jumlah saham yang diperdagangkan dalam satu periode tertentu. Selain menunjukkan jumlah saham yang berpindah tangan, volume juga menunjukkan jumlah pihak yang berpartisipasi. Volume tinggi menandakan banyak pelaku pasar berpartisipasi. Analisa harga dan volume menjadi sebuah analisa yang cukup kompleks. Bila harga penutupan naik dibanding harga pembukaan, dapat diartikan pasar optimistis. Bila harga pembukaan lebih tinggi dari penutupan sebelumnya menandakan pasar dibuka dengan optimistis. Ketika harga penutupan hari ini lebih tinggi daripada harga penutupan kemarin, menandakan hari ini pasar lebih optimistis dibandingkan kemarin. Dalam analisa volume perlu diperhatikan faktor dan level harga. Ketika harga naik menembus sebuah level resistance dengan volume besar, artinya banyak pelaku pasar sepakat dengan level harga tersebut. Ini memberikan indikasi pasar bullish atau optimistis.