Ignasius Bingky Hendra, Bertahan Dengan Hobinya

Ignasius Hendra yang akrab dipanggil Bingky sudah terkenal di dunia otomotif sebagai ahli modifikasi motor dan mobil. Kariernya di bidang ini pertama kali dimulai ketika membuka bengkel modifikasi VW sejak 3 dekade lalu. Selanjutnya, bisnis ini berkembang menjadi satu lokasi modifikasi yang terintegrasi dan sudah berdiri belasan tahun. Di lokasi yang terletak di daerah Bintaro, Jakarta, itu terdapat bengkel modifikasi mobil Otoresto, bengkel modifikasi motor Biker’s Station, Carburator Springs Cafe, dan toko yang memegang lisensi produk sepatu bot New Rocks dari Spanyol.

Diakui olehnya, tidak semua bisnis tadi menghasilkan profit. “Urusan memodifikasi mobil VW itu tidak menghasilkan profit. Sekarang sudah jarang orang yang mau memodifikasi maupun mereparasi mobilnya. Mobil yang masuk ke Indonesia kebanyakan sudah dalam kondisi bagus,” ujarnya. Meskipun begitu, Bingky masih menjalankan bisnis otomotif tadi karena dia senang menjalankannya. “Bila kita mengerjakan sesuatu sesuai hobi, hal itu pasti akan awet. Kalau terpaksa mengerjakan hal itu, paling awet hanya 1-2 tahun.

Kecuali suka dengan uangnya,” ujarnya serius. Kini, nama Biker’s Station lebih dikenal di kalangan penyuka modifikasi motor besar di atas 400 CC. Hal ini karena motor modifikasinya memiliki ciri khas tersendiri. “Kalau kebanyakan orang ke bengkel untuk memodifikasi sedikit demi sedikit, kami membuat semua perangkatnya sendiri, seperti tangki dan sasis, tanpa mengikuti originalitas motor itu,” jelasnya. Selain itu, dia juga menyebut motor modifikasinya memiliki gaya khas Indonesia. Bahan seperti tembaga, aluminium, dan besi, di tempa sehingga memiliki motif etnik ala Indonesia.

SENIMAN ARSITEKTUR
Di sisi lain, Bingky adalah seorang arsitek yang memiliki berbagai proyek rumah dan berkantor di kompleks Carburator Springs. Menurutnya, menjadi seorang arsitek hanya memerlukan satu meja gambar sehingga tak perlu memiliki kantor tersendiri. “Kalau sudah di rumah, saya sudah blank, tidak akan mengerjakan apa-apa,” ujar lulusan arsitektur Universitas Trisakti Jakarta itu. Selesai lulus kuliah, sebenarnya dia sempat beberapa tahun bekerja di lembaga arsitektur. Namun diakuinya kalau jiwa senimannya terlalu tinggi sehingga tidak cocok bekerja di bawah orang lain. “Sebagai karyawan, semua hal ditentukan oleh bos kita. Padahal sebagai seniman, kita pasti ingin mengeluarkan ide kita,” ungkapnya. Ketika masih menjadi karyawan, dia sudah merintis usaha bengkel VW di garasi rumahnya. Bingky mengaku tidak memiliki ketakutan ketika akhirnya memutuskan menjadi arsitek perorangan sembari meneruskan usaha bengkel modifikasinya yang hanya sekedar bisnis “hobi”. “Waktu itu, saya belum menikah, belum memiliki tanggung jawab lebih. Kalau tidak berani, ya kapan lagi?” jelasnya.

THE POWER OF ENDORSE
SukSeS Di awal memulai usaha bengkel modifikasi VW, Bingky hanya dibantu oleh 2 orang asisten yang masih bertahan sampai sekarang. Diakuinya, asisten yang membantunya memang terkadang datang dan pergi. “Biarkan saja. Akan selalu ada orang lain,” ungkapnya. Pria ini memang sudah sangat jarang turun langsung menangani bisnis otomotif. “Kalau datang ke bengkel, paling saya hanya duduk, ngopi, dan tunggu laporan,” jelasnya. Bingky merasa mulai bisa mendelegasikan pekerjaan ketika asistennya bisa mengerti apa yang dia mau. Bisnis terakhir yang dia jalankan adalah menjadi distributor sepatu bot New Rocks. Sepatu ini begitu khas karena bentuk ekstravagannya yang memiliki sol yang luar biasa tebal. Dia meng-endorse selebriti dan musisi seperti Melanie Subono, Cella “Kotak”, dan band /Rif. “Figur publik yang kami endorse itu adalah ujung tombak. Kalau ada orang menanyakan kenyamanan sepatu ini, dia tinggal lihat saja selebriti yang berani memakainya,” ujarnya.